BONE, KARYANEWS.id — Palang Merah Remaja (PMR) Wira Unit 016 UPT SMAN 22 Bone sukses menyelenggarakan Volunteer of Red Cross Competition Camp (VORCEA) 2026, ajang kompetisi kepalangmerahan tingkat Madya dan Wira se-Sulawesi Selatan. Selasa (15/9/2026)
Kegiatan yang mempertemukan para pelajar dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan tersebut diikuti sebanyak 31 kontingen.
Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang perlombaan kepalangmerahan sekaligus mempererat persaudaraan antarpelajar dan meningkatkan keterampilan kerelawanan.
Pada kategori Wira, persaingan diikuti sejumlah sekolah dari Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, Soppeng hingga Enrekang.
Di antaranya SMAN 7 Sinjai, MAN 2 Soppeng, SMAN 5 Bulukumba, MAN 2 Sinjai, SMAN 2 Enrekang, MAN 3 Bone, SMKN 1 Sinjai serta sejumlah SMA lainnya.
Sementara kategori Madya diikuti tujuh kontingen, yakni SMPN 1 Lappariaja, MTs Annur Nusa Kahu, MTs Al-Mubarak Tacipi, MTs Mattirodeceng, SMPN 3 Lamuru, MTsN 3 Bone dan SMP Islam Athirah Bone.
Ini Daftar Juara Umum VORCEA 2026
Setelah melalui rangkaian perlombaan dan proses penilaian oleh tim evaluator, panitia akhirnya mengumumkan para peraih Juara Umum VORCEA 2026.
Tingkat Madya
MTsN 3 Lappariaja
SMP Islam Athirah Bone
MTs Al-Mubarak Tacipi
Tingkat Wira
SMAN 1 Sinjai
SMAN 15 Bone
SMAN 8 Bulukumba
Pengumuman para juara menjadi salah satu momen yang paling dinantikan peserta setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai dilaksanakan.

Ditutup Sekretaris PMI Kabupaten Bone
Kegiatan VORCEA 2026 secara resmi ditutup oleh Sekretaris PMI Kabupaten Bone, Dr. Ali Said, M.Sy.
Dalam sambutannya, Ali Said memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan keluarga besar UPT SMAN 22 Bone yang telah bekerja keras sehingga kegiatan tingkat Sulawesi Selatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“SMAN 22 Bone hebat dan luar biasa karena mampu menyukseskan acara VORCEA ini.
Kegiatan ini merupakan proses pendewasaan sekaligus bukti bahwa pembinaan PMR di Bone sudah berkembang pesat. Terima kasih kepada SMAN 22 Bone. Ke depannya, insyaallah akan ada dukungan penuh dari Ketua PMI,” ujar Ali Said.
Menurutnya, kegiatan seperti VORCEA memiliki nilai penting dalam proses pembinaan generasi muda, khususnya dalam membangun karakter, kepedulian sosial, keterampilan kepalangmerahan dan jiwa kerelawanan.
Kepala UPT SMAN 22 Bone: Bangga Menjadi Tuan Rumah
Kepala UPT SMAN 22 Bone, Cahaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga karena sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah ajang kompetisi kepalangmerahan tingkat Sulawesi Selatan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Bone, Kacabdis Wilayah III Kabupaten Bone, Camat, Koramil dan Polsek Libureng, Lurah Tanabatue, serta seluruh peserta dan panitia yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan VORCEA 2026.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, sehingga VORCEA dapat berjalan dengan sukses dan lancar. Semoga kita dapat kembali bertemu pada pelaksanaan VORCEA dua tahun mendatang,” ungkapnya.
Apresiasi untuk Panitia, Evaluator dan Seluruh Pendukung
Kesuksesan VORCEA 2026 tidak terlepas dari kerja keras jajaran kepanitiaan, pengurus PMR Unit 016 UPT SMAN 22 Bone, tim evaluator, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta dukungan berbagai pihak.

Adapun jajaran yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di antaranya:
Ketua Panitia VORCEA: Muhammad Shaiful
Steering Committee: Taufiq Hidayat, S.Tr.P.
Ketua PMR Unit 016 SMAN 22 Bone: A. Alfira Dwi Afrilia
Pembina PMR Unit 016: Herni, S.Kom. dan Sri Wahyuni, S.Pd. Koordinator Evaluator: Jamain AS, bersama jajaran tim evaluator dari PMI Provinsi Sulawesi Selatan dan PMI Kabupaten Bone.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan UPT SMAN 22 Bone, para sponsor serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam menyukseskan VORCEA 2026.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, VORCEA 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, peningkatan kapasitas anggota PMR serta memperkuat semangat kemanusiaan dan kerelawanan di kalangan pelajar Sulawesi Selatan.
Laporan : Syam












