KARYANEWS.id, MAROS — Kabupaten Maros menghadapi peningkatan ancaman kebakaran, terutama kebakaran lahan.
Sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros mencatat 168 peristiwa kebakaran.
Dari 168 kejadian kebakaran tersebut, sebanyak 46 merupakan kebakaran umum, sedangkan 122 lainnya merupakan kebakaran lahan.
Hal ini disampaikan Kepala Seksi Sarana Prasarana, Informasi dan Data Damkarmat Maros, M. Ilham Halim, ia menyebut kondisi paling mengkhawatirkan terjadi pada Agustus 2026. Dalam satu bulan tersebut, tercatat 104 kejadian kebakaran lahan.
Secara umum hampir merata di 14 kecamatan, tetapi kejadian tertinggi di Kecamatan Tanralili, kemudian Mongcongloe dan Mandai. Selanjutnya Marusu dan Bantimurung,,” ungkapnya Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca panas yang disertai vegetasi mengering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak membakar lahan, apalagi jika tanpa pengawasan. Juga tidak membakar sampah atau tumpukan sampah secara sembarangan, terutama di sekitar lahan atau kawasan yang memiliki banyak material kering.
“Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kering, terutama karena dampak el-nino, dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tambahnya.
Kemudian untuk kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas rutin melakukan pendinginan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya kebakaran. (**)












