Maros Dilanda 168 Kebakaran, 104 Kasus Terjadi dalam Sebulan, Serta Damkar Evakuasi Ratusan Ular

KARYANEWS.id, MAROS — Kabupaten Maros menghadapi peningkatan ancaman kebakaran sekaligus tingginya kebutuhan penyelamatan nonkebakaran. Sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026,

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Maros mencatat 168 peristiwa kebakaran dan 371 kegiatan penyelamatan nonkebakaran.

Kepala Seksi Sarana Prasarana, Informasi dan Data Damkar Maros, Muhammad Ilham Halim, mengatakan dari 168 kejadian kebakaran tersebut, sebanyak 46 merupakan kebakaran umum, sedangkan 122 lainnya merupakan kebakaran lahan.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi pada Agustus 2026. Dalam satu bulan tersebut, tercatat 104 kejadian kebakaran lahan.

“Secara umum hampir merata di 14 kecamatan, tetapi yang dominan itu Tanralili, kemudian Marusu, Moncongloe dan Lau,” ungkap Ilham. Jumat (4/9/2026)

Menurutnya, kondisi cuaca panas yang disertai vegetasi mengering turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di sekitar lahan atau kawasan yang memiliki banyak material kering.

Selain menangani kebakaran, Damkar Maros juga melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan penanganan kejadian nonkebakaran. Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), petugas rutin melakukan pendinginan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan, termasuk kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Di sisi lain, tingginya aktivitas penyelamatan juga terlihat dari banyaknya laporan keberadaan hewan berbahaya di permukiman warga.

Jenis penyelamatan non kebakaran yang dilakukan; evakuasi  hewan liar diantaranya (ular, biawak, sarang tawon vespa), evakuasi hewan jatuh di sumur, evakuasi cincin, evakuasi kendaraan dan korban kecelakaan, evakuasi orang tenggelam, evakusi kunci rumah atau toko, evakuasi hp, dll.

Sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026, Damkar Maros mencatat 371 kegiatan penyelamatan nonkebakaran, termasuk evakuasi ratusan ekor ular.

Salah satu kasus terbaru yakni evakuasi seekor king cobra berukuran lebih dari 2,5 meter yang ditemukan di belakang rumah warga di kawasan Bantimurung.

Ular berbisa tersebut ditemukan berada di sekitar saluran pembuangan air. Setelah menerima laporan warga, Tim Rescue Damkar Maros langsung menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Ular yang berhasil diamankan selanjutnya akan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.

Dari ratusan ekor ular yang dievakuasi sepanjang periode tersebut, terdapat dua ekor king cobra berukuran lebih dari 2,5 meter. Sebelumnya, petugas juga mengevakuasi king cobra di wilayah Kecamatan Tanralili.

Damkar Maros mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap atau membunuh ular secara mandiri, terlebih jika jenis ular belum diketahui.

Warga diminta menjaga jarak aman dan segera menghubungi petugas apabila menemukan ular atau hewan lain yang berpotensi membahayakan.

Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kering dengan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Peningkatan kejadian kebakaran lahan serta tingginya laporan penyelamatan nonkebakaran tersebut menunjukkan bahwa peran Damkar kini tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga semakin banyak terlibat dalam upaya penyelamatan masyarakat dari berbagai situasi darurat. (*)

Editor: Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *