KARYANEWS.id, Maros – Pemerintah Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Jumat (26/6)2026)
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Borikamase ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Kecamatan Maros Baru, Pemerintah Desa, BPD, tenaga kesehatan, kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), pendamping desa, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang peduli terhadap percepatan penurunan stunting.
Rembuk Stunting menjadi forum strategis untuk menyepakati berbagai program dan kegiatan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam RKPDes Tahun 2027, dengan tujuan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terintegrasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Borikamase, Aswin, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pihak.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Karena itu Pemerintah Desa Borikamase berkomitmen mengalokasikan program dan anggaran yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui RKPDes Tahun 2027.
Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Aswin.
Ia juga mengajak seluruh peserta rembuk untuk memberikan masukan dan usulan berdasarkan kondisi riil di lapangan agar setiap program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting.
Sementara itu, Ahmad, Kasi Pemerintahan Kecamatan Maros Baru dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Menurutnya, hasil rembuk harus menjadi dasar penyusunan program prioritas yang akan dituangkan dalam RKPDes Tahun 2027.
“Rembuk Stunting bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan forum pengambilan keputusan untuk memastikan program percepatan penurunan stunting masuk dalam dokumen perencanaan desa.

Melalui forum ini, pemerintah desa dapat menetapkan kegiatan yang tepat sasaran, sehingga penggunaan anggaran desa benar-benar mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, PKK, hingga masyarakat, agar target penurunan angka stunting dapat tercapai secara optimal.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga menerima pemaparan materi mengenai pencegahan dan penanganan stunting, kondisi stunting di desa, serta pembahasan usulan kegiatan prioritas yang meliputi peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, penguatan Posyandu, edukasi gizi, sanitasi, serta intervensi terhadap keluarga berisiko stunting.
Melalui pelaksanaan Rembuk Stunting ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Kesepakatan yang dihasilkan akan menjadi acuan Pemerintah Desa Borikamase dalam menyusun RKPDes Tahun 2027 guna mewujudkan Generasi Emas yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Laporan : Akhmad













