banner 728x250

Desa Borimasunggu Jadi Lokasi Pengabdian Nasional MPP ADPERTISI untuk Pengembangan Ekonomi Desa

KARYANEWS.id, MAROS, – Pemerintah Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, bekerja sama dengan Majelis Pengurus Pusat Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (MPP ADPERTISI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional dengan fokus pada penguatan pengelolaan Koperasi Merah Putih, pengembangan ekonomi desa, serta peningkatan kapasitas kelompok usaha masyarakat. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Borimasunggu, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Borimasunggu Syamsul Rijal, S.M., Ketua BPD, Babinsa, para Kepala Dusun, Ketua Tim Penggerak PKK, perangkat desa, serta warga Desa Borimasunggu yang mengikuti kegiatan dengan antusias.

Acara dipandu oleh Andi Muhammad Fara Kess, S.STP., M.M. selaku moderator yang mengarahkan jalannya diskusi dan penyampaian materi dari para narasumber.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Kepala Desa Borimasunggu Syamsul Rijal, S.M. memperkenalkan profil wilayah desa kepada tim pengabdian dan para peserta. Ia menjelaskan bahwa Desa Borimasunggu terdiri atas empat dusun dengan karakteristik wilayah yang didominasi area empang dan hanya sebagian kecil berupa lahan persawahan.

“Desa kami memiliki tantangan tersendiri. Pada musim kemarau masyarakat sering mengalami kesulitan air bersih, sementara saat musim hujan warga selalu waspada terhadap potensi banjir. Itulah sedikit gambaran kondisi alam Desa Borimasunggu yang kami harapkan dapat dipahami oleh para narasumber,” ujar Syamsul Rijal.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong peningkatan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan usaha dan koperasi.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Ismail H.A., S.E., M.Si. memperkenalkan tim MPP ADPERTISI yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional merupakan bagian dari kerja sama antara MPP ADPERTISI dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, penguatan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“PKM ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pengembangan pengelolaan Koperasi Merah Putih serta strategi pengembangan ekonomi desa dan masyarakat. Yang menjadi pertanyaan bersama adalah apa yang harus dilakukan koperasi ke depan agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Rachman Suwandaru, S.E., M.Si., CTT. membawakan materi mengenai perencanaan laba usaha nelayan di Kabupaten Maros. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya perhitungan modal dan biaya operasional sebelum nelayan melaut agar usaha yang dijalankan mampu menghasilkan keuntungan yang optimal.

“Pelaku usaha nelayan harus memahami perencanaan modal secara matang sebelum melakukan aktivitas usaha. Dengan demikian, hasil penjualan yang diperoleh dapat memberikan keuntungan setelah seluruh biaya operasional dan modal usaha diperhitungkan,” paparnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Haris, anggota BPD Desa Borimasunggu yang mewakili Dusun Borong Kalukua. Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan pendampingan langsung kepada kelompok tani dan nelayan di desa.

“Melalui pemahaman terkait perencanaan usaha dan penguatan kelompok tani maupun nelayan melalui Koperasi Merah Putih, kami berharap ke depan ada bentuk pengabdian langsung kepada pelaku usaha di desa. Mereka perlu dibimbing dalam melakukan perhitungan modal usaha agar kegiatan usahanya tidak mengalami kerugian,” ungkap Haris.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Nurhaeda, salah satu staf Desa Borimasunggu. Ia menginginkan adanya pendampingan berkelanjutan kepada para pelaku usaha masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam pengembangan usaha mereka.

Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat, Dr. Fitriani Mandung, S.E., M.M., yang juga merupakan bagian dari tim MPP ADPERTISI, menyatakan bahwa seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam merancang program pengabdian selanjutnya.

“Harapan masyarakat untuk mendapatkan pendampingan langsung akan menjadi perhatian kami. Namun pelaksanaan kegiatan pengabdian harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku pada pemerintah setempat. Selain itu, kami juga memberikan pemahaman mengenai strategi pemasaran produk UMKM agar produk masyarakat memiliki daya saing dan mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” jelasnya.

Menurut Dr. Fitriani, keberhasilan usaha masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksi, tetapi juga oleh strategi pemasaran yang tepat sehingga produk yang dihasilkan dapat dikenal dan diminati pasar.

Sebagai bentuk apresiasi dan simbol penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari tim MPP ADPERTISI kepada Pemerintah Desa Borimasunggu. Penyerahan dilakukan oleh Prof. Dr. Serlin Serang, S.E., M.Si. dan diterima langsung oleh Kepala Desa Borimasunggu, Syamsul Rijal, S.M.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Nasional ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara kalangan akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih, penguatan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Borimasunggu secara berkelanjutan.

Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *