banner 728x250
NEWS  

Peringati Hari Bumi Nasional, KPA Katro Maros Gelar Dialog Publik Bahas Pengelolaan Sampah

KARYANEWS.id, Maros – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Nasional, KPA Katro Maros menggelar dialog publik bertema “Pengelolaan Sampah dan Kesadaran Masyarakat” di Dusun Kanjitongan, Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi antara organisasi kepemudaan (OKP) pemerhati lingkungan, stakeholder, serta unsur pemerintahan guna memperkuat kolaborasi dalam berbagai program pelestarian lingkungan di Kabupaten Maros.

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros, A. Irfan, Camat Maros Baru A. Rudi, Bhabinkamtibmas, para kepala desa se-Kecamatan Maros Baru, serta sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas pemerhati lingkungan dari berbagai wilayah di Kabupaten Maros.

Dalam dialog tersebut, salah satu pembahasan utama adalah rencana menjadikan Desa Mattirotasi sebagai desa percontohan pengelolaan sampah di Kabupaten Maros.

Kepala DLH Kabupaten Maros, A. Irfan, menyatakan dukungannya terhadap gagasan tersebut dan menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menyukseskan program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Apabila Desa Mattirotasi menjadi desa percontohan, maka peran pemuda sangat dibutuhkan untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa setempat agar menghasilkan program yang maksimal,” ujar A. Irfan.

Menurutnya, persoalan sampah saat ini menjadi perhatian serius di berbagai daerah sehingga dibutuhkan langkah konkret dari pemerintah dan masyarakat untuk menemukan solusi yang tepat.

“Permasalahan sampah saat ini menjadi sorotan di banyak daerah. Pemerintah harus fokus mencari solusi agar sampah tidak terus mencemari lingkungan, baik melalui pengelolaan maupun penanganan yang tepat,” tambahnya.

A. Irfan juga menjelaskan langkah awal yang harus dilakukan apabila Desa Mattirotasi ditetapkan sebagai desa percontohan pengelolaan sampah.

“Langkah pertama adalah membentuk tim kerja pengelolaan sampah desa dengan mengidentifikasi jenis sampah yang ada di wilayah setempat. Kedua, melakukan langkah antisipasi terhadap kiriman sampah dari luar wilayah,” jelasnya.

Sementara itu, Pendiri KPA Katro Maros, Imam, menegaskan bahwa pihaknya siap terlibat aktif dalam mendukung program-program lingkungan, khususnya jika Desa Mattirotasi resmi menjadi desa percontohan pengelolaan sampah.

“Kami di KPA Katro siap bekerja apabila Desa Mattirotasi menjadi desa percontohan pengelolaan sampah. Kami juga siap menampung dan mendukung berbagai program lingkungan yang bertujuan mengurangi pencemaran sampah di tengah masyarakat,” kata Imam.

Ia berharap melalui dialog publik ini terjalin sinergi yang kuat antara komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, dan pemerintah agar dapat terus berkolaborasi dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan di masa

Editor: Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *