Semangat Gotong Royong Warnai GEBERMAS KUA Maros Baru di Masjid Nurul Hidayah

KARYANEWS.id, MAROS BARU – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maros Baru menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBERMAS) di Masjid Nurul Hidayah, Mangallekana, Kelurahan Baji Pamai, Kecamatan Maros Baru, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan konsep ekoteologi, yakni pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta bergotong royong membersihkan lingkungan Masjid Nurul Hidayah, mulai dari halaman hingga bagian dalam masjid. Kegiatan dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menciptakan lingkungan tempat ibadah yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung kekhusyukan jamaah dalam beribadah.

Koordinator kegiatan, Hasanuddin, mengatakan GEBERMAS tidak semata-mata ditujukan untuk menjaga kebersihan fisik masjid, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

«“Bersih masjid bukan hanya tentang tempat, tetapi juga tentang membersihkan hati, pikiran, dan perilaku kita. Dari sini kita belajar peduli, tidak hanya kepada lingkungan, tetapi juga kepada sesama,” ujarnya.»

Menurutnya, semangat gotong royong dalam kegiatan tersebut mencerminkan bahwa masjid merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial.

Kegiatan GEBERMAS ini juga berlangsung dalam suasana menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan GEBERMAS, KUA Kecamatan Maros Baru berharap kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan dapat terus menjadi budaya bersama. Masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan masyarakat, kepedulian sosial, serta peradaban yang bersih dan sehat.

Laporan : Syamsir N

Editor: Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *