banner 728x250

Bupati Maros Chaidir Syam Letakkan Batu Pertama, Kampung Nelayan Merah Putih Di Desa Borimasunggu

KARYANEWS.id, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memulai pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Maros. Setelah pembangunan lebih dahulu dimulai di Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, kini program dilanjutkan dengan serah terima lokasi dan peletakan batu pertama di Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KKP Thareq Chairul, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros Nuryadi, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Maros Adry Renaldy mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Maros, AKP Junardi mewakili Kapolres Maros, AKP Syamsir selaku Kapolsek Lau, jajaran PT Pasele Karya Pratama sebagai pelaksana pekerjaan, Camat Maros Baru, Camat Bontoa, Kepala Desa Borimasunggu, Kepala Desa Pajukukang, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua Koperasi Merah Putih dari kedua desa, Kelompok Nelayan serta masyarakat setempat.

Program Kampung Nelayan Merah Putih dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Desa Nisombalia, Kecamatan Marusu, sebagai kampung nelayan utama, serta Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, dan Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, sebagai kampung nelayan penyangga. Program ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan kawasan pesisir yang modern, tertata, dan produktif.

Dalam sambutannya, Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, seluruh proses serah terima lokasi dari KKP kepada pelaksana telah selesai sehingga pekerjaan fisik dapat segera dilaksanakan.

“Alhamdulillah hari ini sudah dilakukan serah terima lokasi dari KKP kepada pelaksana. Pekerjaan sudah mulai berjalan di Desa Borimasunggu dan Desa Pajukukang. Tahun ini kita bisa menghadirkan Kampung Nelayan Merah Putih di Maros,” ujar Chaidir Syam.

Chaidir menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Maros sebelumnya mengusulkan lima lokasi pembangunan kepada KKP. Setelah melalui proses verifikasi pemerintah pusat, tiga lokasi dinyatakan memenuhi persyaratan dan ditetapkan sebagai penerima program.

Dua kampung nelayan penyangga, yakni Desa Borimasunggu dan Desa Pajukukang, masing-masing memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas nelayan, di antaranya shelter pendaratan ikan, pondasi pabrik es portabel, bangunan perbekalan nelayan, sumur bor, serta sarana pendukung lainnya.

Sementara itu, PPK KKP Thareq Chairul mengatakan pembangunan dua kampung nelayan penyangga ditargetkan selesai dalam waktu 135 hari kalender.

Menurutnya, konsep Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk menciptakan kawasan pesisir yang lebih tertata sehingga mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan tangkap sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Ia menjelaskan, perbedaan kampung nelayan utama dengan kampung nelayan penyangga terletak pada kelengkapan fasilitas yang dibangun. Kampung nelayan utama memiliki fasilitas yang lebih lengkap, sedangkan kampung nelayan penyangga difokuskan pada penyediaan fasilitas dasar seperti shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, serta penyediaan air bersih.

Seluruh fasilitas tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan dan dikelola oleh Koperasi Nelayan Merah Putih yang telah dibentuk di masing-masing desa.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros, Nuryadi, menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Kabupaten Maros sebagai salah satu daerah penerima program nasional tersebut.

“Kita patut berbangga karena dari empat lokasi yang diusulkan, Alhamdulillah tiga lokasi disetujui pemerintah pusat. Pembangunan telah dimulai di Desa Nisombalia, dan hari ini kita menyaksikan peletakan batu pertama serta penyerahan lokasi di Desa Borimasunggu dan Desa Pajukukang. Kami berharap seluruh pihak bersama-sama mendukung dan mengawal program ini agar selesai tepat waktu dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya kelompok nelayan di Kecamatan Maros Baru dan Kecamatan Bontoa,” ujar Nuryadi.

Pemerintah berharap keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan tangkap, memperkuat perekonomian masyarakat pesisir, serta mewujudkan kawasan nelayan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di Kabupaten Maros.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Borimasunggu yang dipimpin langsung oleh Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam. Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan secara bergantian oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kejaksaan Negeri Maros, Polres Maros, dan Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maros.

Peletakan batu pertama tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Borimasunggu dan Desa Pajukukang yang diharapkan menjadi tonggak peningkatan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir di Kabupaten Maros.

Laporan : Al Haedar

Editor: Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *