KARYANEWS.id, MAROS – Ketua Komite SDN 95 Abbekae, Irianto Amama, S.H., memberikan apresiasi atas inisiatif para guru, orang tua siswa, dan masyarakat yang sukses menggelar kegiatan kebersamaan di lingkungan sekolah pada Sabtu (18/7/2026).
Menurut Irianto, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata sinergi yang baik antara pihak sekolah, wali murid, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.
“Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat positif dalam mempererat hubungan silaturahmi antara guru, orang tua siswa, dan masyarakat sekitar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin sekolah,” ujar Irianto saat dikonfirmasi pada Minggu (19/7/2026).
Sementara itu, Kepala SDN 95 Abbekae, Rahmawati, S.Pd., mengaku terharu melihat tingginya antusiasme para orang tua yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh pihak menjadi bukti kuatnya kepedulian terhadap kemajuan sekolah.
“MasyaAllah, kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan di luar dugaan saya. Yang membuat saya semakin bangga, hasil penjualan makanan yang dilakukan para orang tua ternyata akan digunakan untuk membeli kebutuhan bersama bagi anak-anak di kelas,” ungkap Rahmawati.
Ia menceritakan, seusai kegiatan dirinya secara tidak sengaja bertemu dengan salah seorang wali murid di Grand Mall. Dari pertemuan tersebut, ia mengetahui bahwa keuntungan dari penjualan makanan akan dimanfaatkan untuk membeli kipas angin bagi ruang kelas anak-anak mereka.
“Hal itu tentu sangat membanggakan karena seluruh hasil penjualan benar-benar dikembalikan untuk kepentingan siswa,” katanya.

Rahmawati menilai konsep kegiatan tersebut layak dikembangkan menjadi program rutin setiap hari Sabtu dengan melibatkan setiap kelas secara bergiliran.
Ia menjelaskan, pada hari Sabtu siswa tidak mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan membawa bekal dari rumah sebagai bagian dari pembiasaan makan bersama dan berbagi dengan teman-temannya. Kondisi itu, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan bazar makanan sehat yang dikelola oleh orang tua siswa.
“Setiap kelas bisa secara bergiliran menjual makanan sehat, termasuk buah-buahan. Modal berasal dari orang tua masing-masing, sedangkan keuntungan bersihnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kelas. Dengan begitu, tidak perlu lagi meminta sumbangan kepada orang tua karena kebutuhan kelas dapat dipenuhi melalui hasil usaha bersama,” jelasnya.
Rahmawati berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan karena tidak hanya mempererat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, serta kemandirian dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih nyaman, sehat, dan menyenangkan bagi para siswa.













