KARYANEWS.id MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, organisasi desa, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga berbagai pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam mempercepat pembentukan dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa.
Seminar tersebut merupakan tindak lanjut Surat Pelaksana Tugas Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nomor S-415/SES.M.PANGAN/SD/07/2026 dan diselenggarakan berdasarkan undangan resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Kegiatan ini dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, unsur Forkopimda, bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, kepala OPD, akademisi, serta sembilan organisasi desa tingkat provinsi yakni APDESI Merah Putih, APDESI, PAPDESI, AKSI, PPDI, DPN PPDI, PABPDSI, ABPEDNAS, dan KOMPAKDESI
Acara diawali dengan registrasi peserta, penampilan tarian daerah, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Menko Pangan Bapak Zulkifli Hasan, Menteri Desa dan PDT Bapak Yandri Susanto, Wamendagri Bapak Bima Arya, serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf karena menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lokasi kegiatan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” ujar Andi Sudirman.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap menerima arahan pemerintah pusat terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Terima kasih banyak, kami tentu menyambut dengan baik dan siap mendengar arahan-arahan dari Pak Menko dan Mendes terutama proyeksi koperasi desa/kelurahan ke depan,” katanya.
Menurut Andi Sudirman, koperasi desa harus mampu menjadi wadah untuk mengoptimalkan berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Terpenting bagaimana potensi program pemerintah yang sifatnya subsidi dan menguntungkan masyarakat kita melalui koperasi desa dan kelurahan,” ungkapnya.
Ia juga berharap seminar nasional tersebut menghasilkan pedoman yang jelas sehingga tidak ada lagi simpang siur informasi mengenai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Ini merupakan cita-cita Pak Prabowo dan Bapak Gibran Rakabuming Raka bagaimana keberpihakan kita kepada masyarakat,” pungkasnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan bersama-sama menyukseskan program pemerintah dalam memperkuat perekonomian desa.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan memperkuat peran koperasi sebagai pusat pelayanan pemerintah di desa.

Menurutnya, ke depan berbagai bantuan pemerintah seperti bantuan sosial, bantuan pangan, pupuk bersubsidi, LPG, layanan pos, kredit usaha, hingga bantuan alat dan mesin pertanian akan disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Pupuk, gas elpiji kemudian pos sampainya di Kopdes. Kantor pos sampai Kopdes, Kopdes yang akan sampaikan ke rumah-rumah. Jadi setiap desa, selesainya di Koperasi Merah Putih. Penyaluran kredit lewat Kopdes Merah Putih, bantuan alsintan melalui Kopdes. Bantuan apa pun dari pemerintah semua melalui Kopdes,” jelasnya.
Setelah penyampaian sambutan dan arahan dari dilanjutkan materi dari akademisi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh narasumber dan peserta seminar.

Di tempat terpisah, Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Selatan sekaligus anggota DPP ABPEDNAS, Akbar, menyatakan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Program ini sangat dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat. Ke depannya, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjadi pusat penjualan barang-barang bersubsidi di seluruh desa. Selain itu, koperasi juga akan menjadi tempat penyaluran bantuan pemerintah kepada masyarakat seperti PKH, bantuan sosial, BPNT, dan program-program lainnya. Alhamdulillah peserta yang hadir dari anggota ABPEDNAS juga cukup banyak,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta seminar, Abdul Haris, anggota BPD Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, yang hadir sebagai peserta dari ABPEDNAS, mengaku memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai arah kebijakan pemerintah terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Kegiatan ini sangat kami apresiasi karena dapat mendengar langsung penjelasan dari para menteri mengenai program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang nantinya akan hadir di setiap desa dan kelurahan. Dengan penjelasan tersebut, kami semakin memahami tujuan, manfaat, dan mekanisme program sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” tuturnya.

Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi desa, dan masyarakat dalam mewujudkan koperasi sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.












