banner 728x250

Tak Sekadar Lomba! MTQ Maros Sulap Kota Jadi Pusat Syiar Islam & Pergerakan Ekonomi

KARYANEWS.id, Maros — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros tak hanya menjadi ajang perlombaan keagamaan, tetapi juga menjelma sebagai pusat syiar Islam sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Sejak dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Minggu (12/4/2026) malam di Lapangan Pallantikang, kemeriahan MTQ terus berlanjut. Ribuan warga memadati lokasi pembukaan yang diikuti 1.044 peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Pembukaan berlangsung spektakuler dengan menghadirkan Haddad Alwi serta pertunjukan tari kolosal yang memukau, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang dijadwalkan hingga 18 April 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan bahwa total hadiah MTQ tahun ini mencapai Rp2 miliar. Juara I pada setiap cabang lomba akan memperoleh Rp30 juta, sementara juara umum akan mendapatkan hadiah umrah untuk dua orang. Ia juga mengingatkan dewan hakim agar menjunjung tinggi sportivitas dalam penilaian.

Kemeriahan MTQ tidak hanya terasa di arena utama. Pada malam hari, suasana religius berpadu dengan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan alun-alun Bank Sulselbar yang menjadi pusat keramaian.

Di lokasi tersebut, panggung Pameran Syiar Islam menampilkan berbagai perlombaan, seperti lomba kasidah yang diikuti majelis taklim dari 14 kecamatan di Kabupaten Maros, serta beragam seni suara islami lainnya.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“MTQ ini adalah silaturahmi akbar. Kita lihat UMKM ramai, masyarakat dari 24 kabupaten/kota hadir memeriahkan syiar Islam ini,” ujarnya, Senin (13/4/2026) malam.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan berbagai cabang lomba yang tersebar di sejumlah titik, seperti Aula Kantor Camat Mandai, Kecamatan Lau, hingga Lapangan Pallantikang.

Pelaksanaan MTQ XXXIV Sulsel memang tidak terpusat di satu lokasi. Sejumlah venue digunakan, mulai dari masjid, auditorium, pondok pesantren, hingga fasilitas pemerintah daerah.

Sebanyak delapan cabang lomba dipertandingkan, yakni seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan Al-Qur’an, tafsir, fahm, syahril Qur’an, kaligrafi, hingga karya tulis ilmiah Al-Qur’an.

Di sisi lain, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Ali Yafid, menegaskan bahwa MTQ memiliki peran penting dalam pembangunan umat, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental, spiritual, moral, dan akhlak.

Pelaksanaan MTQ juga membawa dampak ekonomi yang signifikan. Stan UMKM yang berjajar di sepanjang Jalan Bougenville hingga area alun-alun dipadati pengunjung yang berbelanja sambil menikmati rangkaian kegiatan.

Bupati Chaidir Syam turut meninjau langsung stan pameran dari 24 kabupaten/kota, menandai sinergi antara syiar Islam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

MTQ XXXIV Sulsel di Maros diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Dikutip berbagai sumber

Editor: Haris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *