KARYANEWS.id, MAROS – Wakapolres Maros Kompol Andi Asdar, A.Md., menjadi pembina upacara dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMP Negeri 1 Turikale, Kabupaten Maros, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini merupakan upaya Polres Maros dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada pelajar sejak dini.
Dalam amanatnya, Kompol Andi Asdar mengimbau para siswa agar tidak terlibat dalam tawuran antarpelajar maupun geng motor yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Para pelajar juga diingatkan untuk menghindari pergaulan negatif serta memilih lingkungan pertemanan yang membawa pengaruh positif.
“Adik-adik pelajar adalah generasi penerus bangsa yang harus mempersiapkan masa depan dengan baik. Jangan mudah terpengaruh ajakan teman untuk melakukan hal-hal negatif, seperti tawuran, geng motor, narkoba, maupun perjudian online. Pilihlah pergaulan yang positif dan fokuslah belajar untuk meraih cita-cita,” imbau Kompol Andi Asdar.
Ia juga menekankan pentingnya sikap saling menghargai, menjaga perilaku, serta menghindari perundungan atau bullying dan segala bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dapat terwujud apabila setiap siswa saling menghormati dan menjaga hubungan baik satu sama lain.
Selain itu, para pelajar diingatkan untuk menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang serta tidak mencoba aplikasi maupun situs perjudian online yang dapat merugikan diri sendiri dan berdampak buruk terhadap masa depan.
Wakapolres Maros juga mengajak para siswa agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi, memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat, menaati tata tertib sekolah, serta berani menolak ajakan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam tindakan melanggar hukum.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Turikale, Ince Jamaludin, S.Pd., M.Pd., Saat dihubungi awak media ini menyampaikan bahwa pencegahan perilaku negatif di kalangan pelajar membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik sekolah, orang tua, maupun lingkungan masyarakat.
“Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Di lingkungan sekolah, kami mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif melalui pembinaan wali kelas, guru BK, kegiatan keagamaan, serta penanaman nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab,” ungkap Ince Jamaludin. Selasa (27/10/2026
Ia menambahkan, pihak sekolah juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di luar sekolah, termasuk penggunaan media sosial dan lingkungan pergaulannya.
Menurutnya, anak-anak usia SMP masih berada dalam tahap pencarian jati diri sehingga membutuhkan pendampingan, keteladanan, dan perhatian dari semua pihak.
“Anak-anak membutuhkan pendampingan dan perhatian agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan mampu menghindari perilaku kekerasan,” tutupnya.
Melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua dalam membina karakter pelajar serta mencegah berbagai perilaku negatif di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, berprestasi, dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. (*)












